Pages

Kamis, 04 April 2013

Beberapa Istilah Photography

Seorang photographer tentunya sangat akrab dengan beberapa istilah photography seperti ISO, AF, DOF, Bulb, Aperture dan atau beberapa istilah photography lainnya.
Bagi sahabat-sahabat photographer pemula ataupun penghobi photography yang belum mengenalnya, berikut ini kami uraikan beberapa istilah umum yang sering dijumpai dalam dunia photography, antara lain sebagai berikut :
A
Merupakan istilah untuk Mode Auto. Mode kamera pada set otomatis penuh, mulai dari pengaturan diafragma/Aperture, Shutter Speed, ISO, Flash, dan lain sebagainya.

ASA
Merupakan istilah untuk American Standards Assosiation atau sering disebut juga dengan istilah ISO (International Organisation of Standarization). Parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat kepekaan dan sensitifitas cahaya. Tinggi rendah nya angka ASA/ISO akan menentukan tingkat kepekaan dan sensitifitas cahaya yang diterima lensa.

Aperture
Merupakan istilah untuk bukaan diafragma/focus. Berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang akan diteruskan oleh lensa. Aperture dilambangkan dengan huruf F, contoh F2.8, F4, F5.6, F8 dan seterusnya. Semakin kecil angka F, maka bukaan diafragmanya akan semakin besar, sebaliknya semakin besar angka F, maka bukaan diafragmanya akan semakin kecil.

AF
Merupakan istilah untuk Auto Focus/fokus otomatis. Proses bekerjanya lensa secara otomatis untuk menemukan focus yang tepat dari objek yang akan diambil dengan cara menekan setengah dari tombol Shutter.

AV
Merupakan istilah untuk Angle of view.  Sudut pandang atau sudut pemotretan. Cara melihat pengambilan obyek.

AV Priority
Merupakan istilah untuk pengaturan kamera yang lebih memprioritaskan besarnya bukaan diafragma/Aperture, sementara Shutter Speed akan menyesuaikan secara otomatis.

Blitz
Merupakan istilah untuk cahaya kilat atau biasa disebut juga dengan flash. Berfungsi untuk membantu pencahayaan pada objek ketika tombol shutter ditekan.

Blur
Merupakan istilah untuk Kekaburan seluruh atau sebagian gambar akibat gerakan yang disengaja atau pun tidak pada saat pengambilan gambar atau efek dari besar kecilnya diafragma. Hal ini bisa terjadi pada saat melakukan  teknik panning atau zooming yang menggunakan kecepatan rendah.

Bounce
Merupakan istilah untuk cahaya flash tidak langsung /dipantulkan kepada objek. Tujuannya agar cahaya yang di hasilkan lebih lembut/Soft dan merata.

Back light
Merupakan istilah untuk sumber cahaya yang berada dibelakang objek, sehingga akan memberikan effek siluet /Silhouete effect pada gambar yang dihasilkan.

Bulb
Merupakan istilah untuk Shutter Speed yang di tentukan oleh photographer sesuai lamanya tombol Shutter ditekan.

C
Merupakan istilah untuk Continuous. Penggunaan Shutter secara beruntun dengan kecepatan tertentu(standard 3 fps).

CCD
Merupakan istilah untuk Charge Couple Device. Digunakan sebagai media penangkap cahaya atau gambar pada kamera digital.

CMOS
Merupakan istilah untuk Complementary MetalOxide Semiconductor. Berfungsi sama dengan CCD, hanya saja konsumsi daya yang dibutuhkan CMOS lebih rendah.

DOF
Merupakan istilah untuk Depth of Field, yang biasa disebut juga dengan ruang tajam, yaitu ruang tertentu pada gambar tampak lebih tajam dan terlihat detailnya, sementara ruang yang lain akan tampak lebih buram/blur.

Diafragma
Merupakan istilah lain dari Aperture.

Evaluative
Merupakan istilah untuk pengukuran cahaya pada seluruh area gambar.

EXIF
Merupakan istilah untuk Exchangeable Image File. Informasi yang terekam pada saat pengambilan gambar yang berupa waktu, jenis kamera, aperture, Shutter Speed, dan lain sebagainya.

Exposure
Merupakan istilah untuk menyebut banyaknya cahaya yang tertangkap pada sensor kamera.

Exposure Compensation
Merupakan istilah untuk mengatur kompensasi cahaya sesungguhnya agar menjadi lebih terang atau legih gelap.

Focal Length
Merupakan istilah untuk panjang focal/focus. Jarak antara lensa dengan titik focus pada sensor.

Fix Lens
Merupakan istilah untuk lensa Fix atau tetap atau lensa yang tidak dapat diatur jarak focalnya.

Flash
Merupakan istilah lain untuk Blitz.

Hot Shoe
Merupakan istilah untuk kedudukan/tempat flash tambahan.

ISO
Merupakan istilah untuk International Organisation of Standarization yang juga merupakan istilah lain untuk ASA. Pengaturan kamera yang dilakukan secara manual, baik berupa Aperture, shutter Speed, metering, focus,dan lain sebagainya.

Metering
Merupakan istilah untuk prioritas pengukuran cahaya yang umumnya terdiri dari 3 pengukuran yaitu Evaluative Metering, Center weight Metering, dan Spot Metering.

Manual
Merupakan istilah untuk Manual Focus. Focus yang diatur dengan cara manual dengan memutar focal lenght pada lensa. Kebalikan MF adalah AF/Auto Focus.

Macro
Merupakan istilah untuk teknik pengambilan gambar dimana focus gambar hanya pada objek, sehingga gambar yang dihasilkan lebih detail pada objek.

OE
Merupakan istilah untuk Over exposure. Cahaya yang masuk terlalu banyak, sehingga bagian yang terang akan semakin terang dan cenderung silau dan berwarna putih.

P
Merupakan istilah untuk Mode Program. Mode pada kamera yang secara otomatis akan mengatur pembuakaan diafragma/Aperture dan Shutter Speed sesuai dengan kondisi cahaya pada saat objek gambar tersebut terekam. Pengaturan pencahayaan hanya dapat diatur pada Exposure compensation.

Rana
Merupakan istilah lain untuk Shutter, Tirai yang dapat membuka dan menutup untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke sensor. Semakin lama bukaan rana, maka cahaya yang masuk akan semakin banyak, kecepatan rana/Shutter Speed menggunakan satuan detik.

Red Eye
Merupakan istilah untuk efek merah pada mata ketika pengambilan gambar yang dilakukan pada tempat gelap atau pada malam hari.

Tripod
Merupakan istilah untuk Kedudukan penyangga kamera. Terbentuk dari tiga pilar/kaki telescopis dengan berbagai ukuran sesuai kebutuhan.

TV
Merupakan istilah untuk Mode Shutter Speed priority. Pengaturan kamera lebih diprioritaskan pada kecepatan bukaan rana/Shutter, sementara bukaan diafragma/Aperture akan menyesuaikan secara otomatis.

Tele Lens
Merupakan istilah untuk lensa tele/jauh. Lensa yang digunakan untuk mendekatkan objek dengan jarak yang cukup jauh.

TTL
Merupakan istilah untuk Trough The Lens. Pengukuran cahaya yang dilakukan melalui lensa.

USM
Merupakan istilah untuk UltraSonic Motor. Motor penggerak dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi, yang terdapat pada lensa. Motor ini akan bekerja ketika lensa di set pada mode AF (Auto Focus).

Under Exposure
Merupakan istilah untuk hasil foto yang tampak lebih gelap dari aslinya. Lawan dari istilah Under Exposure adalah OE/Over Exposure.

View Finder
Merupakan istilah untuk jendela bidik yang terdapat pada kamera.

Wide Angle
Merupakan istilah untuk sudut yang melebar dan objek tampak menjadi lebih kecil dan jauh.

Zoom
Merupakan istilah untuk pengaturan jarak focal/Focal Length pada lensa.

ZONE System
Merupakan istilah untuk Cara menghasilkan gambar dengan tingkat kontras yang dimulai dari tone warna hitam pekat ke tone warna putih sekali.
Dan masih banyak lagi istilah-istilah photography lainnya. Namun uraian diatas merupakan istilah-istilah yang cukup umum ditemukan/digunakan dalam dunia Photography.
Demikian semoga bermanfaat. Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan maupun pengartian. Terima kasih.

Beberapa jenis lensa kamera DSLR berdasarkan rentang/panjang fokal (focal length).

1. Lensa Prima/Prime Lens

nikon-50mm

Lensa prima/prime lens adalah jenis lensa yang hanya memiliki rentang fokal tetap (fixed focal length) sehingga tidak dapat melakukan zoom.
Lensa prima biasa digunakan untuk portrait, kegiatan olah-raga dan lain sebagainya. Beberapa lensa prima yang sangat terkenal dan sering digunakan adalah lensa 50mm, 85mm, 135mm, dan 300mm dari berbagai merek lensa.
Contoh lensa prima 5omm dari merek Nikon adalah Nikon AF-S NIKKOR 50mm.




Contoh photo hasil pengambilan gambar menggunakan lensa prima
primelens photo2

2. Lensa Standard Zoom

Canon-EF-S-18-55mm
Lensa standard zoom sering disebut juga sebagai jenis lensa jalan-jalan atau travelling. Lensa standard zoom biasanya mempunyai rentang fokal antara 16-85mm. Rentang fokal lensa standard zoom sangat fleksibel dan 80% dari photo anda kemungkinan diambil dengan mengunakan lensa standard zoom. Contoh lensa standar zoom dari berbagai merek antara lain : Canon 18-55mm f/3.5-5.6 IS, Nikon 18-55mm f/3.5-5.6 VR, Nikon 16-85mm f/3.5-5.6 VR, Pentax 16-50mm f/2.8 dan lain sebagainya.


Contoh photo hasil pengambilan gambar menggunakan lensa standard zoom
standardzoomphoto

3 Lensa Wide Angle Zoom
Canon10-22mm
Lensa wide angle zoom adalah jenis lensa yang populer bagi photographer pemandangan atau arsitektur karena kemampuan lensa ini untuk menangkap bidang yang luas dengan prespektif yang dinamis. Contoh lensa wide angle zoom dari berbagai merek antara lain : Sigma 10-20mm, Canon EF-S 10- 22mm, Tokina 12-24mm dan lain sebagainya.




Contoh photo hasil pengambilan gambar menggunakan lensa wide angle zoom
wideanglezoomphoto

4. Lensa Telephoto Zoom

canon efs55-250

Lensa telephoto zoom dapat adalah jenis lensa yang dapat membuat objek yang jauh terasa lebih dekat. Sangat populer dikalangan photographer binatang liar, olahraga, photo-jurnalistik dan banyak lagi. Lensa telephoto zoom juga populer untuk portrait karena kemampuannya dalam mengkompresi latar bekalang, sehingga model anda terlihat lebih enak dipandang. Biasanya lensa telephoto zoom rawan getar, maka dari itu lensa telephoto zoom yang memiliki Image stabilization sangat dianjurkan. Contoh lensa telephoto zoom dari berbagai merek antara lain : Canon 55-250mm IS, Sony 70-200mm f/2.8, Pentax 65-250mm f/4, Sigma 50-500mm dan sebagainya.
Contoh photo hasil pengambilan gambar menggunakan lensa telephoto zoomtelephotolensphoto

5. Lensa Super zoom

smc18-270mm

Lensa super zoom seperti sebuah gabungan dari lensa standard zoom dengan lensa telephoto zoom. Rentang fokal lensa super zoom sangat lebar, dari 18mm sampai 200mm bahkan ada yang sampai 270mm. Karena itu, lensa ini sangat populer untuk lensa jalan-jalan atau travelling. Ideal untuk orang yang tidak ingin mengganti-ganti lensa. Kekurangan lensa ini yaitu pada kualitas optiknya yang secara umum tidak se-prima lensa standard zoom ataupun lensa telephoto zoom.

Contoh photo hasil pengambilan gambar menggunakan lensa super zoom
superzoomphoto

6. Lensa Makro

Tamron-90mm

Lensa makro adalah jenis lensa ideal untuk mengambil photo close-up atau detail shot dari benda-benda berukuran kecil, misalnya perhiasaan, bunga, serangga, dan lain sebagainya. Lensa makro mampu membesarkan objek yang diphoto dan menangkap detail dan warna dengan tajam. Lensa makro kadang dipakai untuk portrait karena rentang fokal lensa makro biasanya sekitar 90-200mm.Hasil photo dengan lensa makro memang sangat tajam, sehingga permukaan/surface object terlihat sangat jelas. Pada umumnya lensa Makro yang baik bukan dari jenis lensa zoom melainkan jenis lensa prime (fixed focal length).
Contoh photo hasil pengambilan gambar menggunakan lensa makromakrolensphoto

Demikian uraian sederhana mengenai beberapa jenis lensa kamera DLSR secara umum. Semoga dapat membantu anda dalam mengambil keputusan jenis lensa mana yang paling cocok untuk digunakan pada kamera anda.
Namun demikian keputusan akhir ada ditangan anda, karena sesungguhnya dengan berbekal pengetahuan yang cukup tentang teknik photography hampir semua jenis lensa dapat melakukan hal yang sama, kecuali untuk beberapa jenis lensa yang sangat spesifik  (wiseman say “whose the man behind the camera”). - http://bo8by.com/blog/mengenal-jenis-lensa-kamera-dslr/

Kamis, 13 September 2012

Tips Membuat CV

Tips & Trick Membuat/Menulis
Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae atau Resume)


Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir.
Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.
Berikut ini beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup, atau Resume untuk perusahan/instansi/lembaga di Indonesia (baik untuk perusahaan/lembaga lokal, nasional, maupun internasional).
A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae (Resume, Daftar Riwayat Hidup)
1. Identitas (Data Pribadi)
Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti : Nama Lengkap, Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Agama, Status Perkawinan, Tinggi dan Berat Badan, Alamat Lengkap, Telepon & HP, serta e-mail (bila ada).
Khusus untuk e-mail, sebaiknya anda memilikinya. Jika tidak memilikinya, anda dapat membuat alamat email di Gmail, Yahoo, atau Hotmail (silakan klik) atau yang lainnya.
2. Pendidikan
Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).
3. Kemampuan
Uraikan secara singkat kemampuan anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa bekerja menggunakan komputer, dsb-nya. Tentu saja kemampuan-kemampuan yang anda tulis/cantumkan tersebut harus benar-benar anda miliki. Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.
4. Pengalaman kerja
Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang pekerjaan. Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut.
Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.
5. Pengalaman Organisasi (bila ada)
Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan (sesuai atau berhubungan) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.
6. Referensi Kerja (bila ada)
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).
Penting : Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda. Seandainya anda ragu-ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut (lewati saja yang nomor 6 ini).
7. Pengalaman lain yang menunjang (bila ada)
Cantumkan pengalaman lain yang menunjang "promosi anda". Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Jika anda melamar untuk posisi pemrogram komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan. Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.
B. Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung
1. Gunakan kertas putih polos
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar). Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko-toko.
2. Diketik dengan huruf standar surat resmi
CV jangan ditulis tangan, namun diketik. Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman.
3. Foto terbaru
Lampirkan pas foto terbaru ukuran 3x4 atau 4x6. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (misalkan jas lengkap dengan dasi).
4. Dokumen pendukung
Lampirkan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam CV (resume), seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb (dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy).
Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi/menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.
Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya. Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda. Namun, seandainya perusahaan penerima kerja meminta/mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda "terpaksa" melampirkannya.
Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.


Beberapa Saran Penting
Jujur, Jangan Berbohong
Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada CV anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya. Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman. Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya.
Jumlah Halaman
Pada umumnya CV hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak. Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah.
Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman.
Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan
Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Bacalah kembali tata bahasa di buku atau Kamus Bahasa Indonesia.
Jika anda menulis CV dalam Bahasa Inggris, dan anda belum yakin, maka cobalah minta dicek kembali atau di-review oleh teman/kerabat yang menguasai Bahasa Inggris tersebut.
Eksplisit (Gamblang, Jelas)
Jangan membuat orang yang membaca CV atau resume anda mengintepretasikan atau mengartikan hal yang berbeda.
Contoh sederhana : Di CV pada bagian pendidikan, anda menuliskan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila, dan tidak menambahkan nama kota lokasinya. Jangan berasumsi bahwa pembaca pasti tahu Universitas Pancasila itu ada di Jakarta. Oleh karena itu tambahkan nama kota dibelakangnya, misalkan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila - Jakarta.
Mudah Dibaca dan Mudah Dicerna
CV yang dibuat secara kacau-balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat CV yang mudah dibaca, mudah dicerna, urutannya jelas, dan logis.
Bila perlu bagian-bagian atau kata-kata yang anda anggap sangat penting untuk ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf tebal (bold). Namun jangan terlalu banyak bagian yang ditebalkan, sehingga tidak terlihat lagi bagian yang sangat penting tersebut.

Sumber : Yayasan KPT, Hilmy AAP, CV. Flamboyan, Anna T. Yuliati, dsb.

Senin, 10 September 2012

Sejarah Multimedia

MULTIMEDIA

A.    Definisi Multimedia
Multimedia berasal dari kata ‘multi’ dan ‘media’. Multi berarti banyak, dan media berarti tempat, sarana atau alat yang digunakan untuk menyimpan informasi. Jadi berdasarkan kata, ‘multimedia’ dapat diasumsikan sebagai wadah atau penyatuan beberapa media yang kemudian didefinisikan sebagai elemen-elemen pembentukan multimedia. Elemen-elemen tersebut berupa : teks, gambar, suara, animasi, dan video. Multimedia merupakan suatu konsep dan teknologi baru bidang teknologi informasi, dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, animasi, dan video disatukan dalam komputer untuk disimpan, diproses, dan disajikan baik secara linier maupun interaktif.
Penyajian dengan menggabungkan seluruh elemen multimedia tersebut menjadikan informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima oleh indera penglihatan dan pendengaran, lebih mendekati bentuk aslinya dalam dunia sebenarnya.
Multimedia interaktif adalah bila suatu aplikasi terdapat seluruh elemen multimedia yang ada dan pemakai (user) diberi kebebasan / kemampuan untuk mengontrol dan menghidupkan elemen-elemen tersebut.
  
B.     Tujuan Multimedia
Tujuan multimedia yaitu untuk membuat komunikasi semakin baik. Komunikasi antara pemakai dan komputer yaitu :
-          Manusia dan manusia (lewat komputer)
-          Manusia dan komputer
-          Komputer dan manusia
-          Komputer dan komputer

C.    Sejarah Multimedia
Ø  1984                : Macromind (Jamie Fenton, Marc Carter, Marc Pierce).
Ø  1985                : Video Works for “Guide Tour” to Apple Machintosh OS.
Ø  1987                : Video Works II (colour).
Ø  1988                : Video Works interactive, dinamakan Director
·         John Thompson, Eric Neuman : Object-Oriented Scripting Language ‘LINGO’.
·         Digunakan untuk membuat tampilan “Star Trek TNG”.
Ø              ... 1997         : terutama digunakan untuk multimedia CD_ROMS (games, infotainment).
Ø              1998 : Director sebagai bagian dari “Shockwave Internet Studio”.
Ø              2000 : Macromedia memberikan ‘dorongan’ yang kuat pada platform Flash.
Ø              2004 : Director MX 2004 mendukung sintaks Java Script sebagai alternatif LINGO.
Ø              2006 : Adobe masih menjual Director MX 2004.

D.    Elemen-elemen Multimedia
  1. Objek-objek
·         Media Diskrit : elemen tunggal
§  Icon : gambar semantik (seperti simbol STOP). Pemakai harus terlebih dahulu mempunyai pengetahuan mengenai icon.
§  Grafik : menjadi tujuan.
§  Citra : yang dihasilkan dari komputer, bisa berupa grafik 2D/3D tergantung sumbernya (seperti foto).
§  Teks : ukuran, tipe huruf, warna.
·         Media Kontinu : elemen tunggal yang disusun berdasarkan waktu
o   Gambar bergerak (audio + video).
  1. Layout Spasial
·         Absolut
§  Koordinat relatif dengan aslinya / umumnya (pojok kiri atas), ex : aplikasi Windows.
·         Relasi berarah
§  Menentukan susunan dalam ruang, ex : peta subway (petunjuk arah).
·         Relasi topologi
§  Posisi elemen terhadap elemen lain, ex : contains, inside of, equals, cover, overlap, disjoint, covered by.
·         Alur teks
§  Alur berdimensi satu, ditunjukkan dengan area berdimensi dua.
  1. Dimensi Temporer
·         Model temporer :
§  Terbatas : mis. 6 detik.
§  Tidak terbatas : mis. pemakai mengklik button.
§  Relasi paralel dan sekuensial, mis. 2 video dimulai bersamaan atau 1 video dimulai setelah yang pertama selesai.
·         Animasi
§  Gabungan dimensi temporer dan layout spasial (posisi suatu objek berubah sesuai dengan waktunya).
  1. Interaksi Pemakai
·         Level Interaksi Pemakai :
§  Pasif : hanya visualisasi.
§  Reaktif : interaksi terbatas, ex : fs. Scroll panel.
§  Proaktif : memilih jalur atau penyeleksian, ex : button.
§  Reciprocal : berhubungan dengan informasi pembuatan pada pemakai.
·         Model Interaksi :
o   Navigasi : memilih jalur yang diinginkan.
o   Perancangan : pemakai memodifikasi gaya visual dari presentasi, ex : warna, volume audio.
o   Bioskop : pemakai dapat mengontrol waktu keseluruhan (pada VCR, ex : play, stop).
  1. Logika Aplikasi
·         Presentasi multimedia tradisional, tidak perlu logika :
§  Kunjungan virtual ke museum, menu DVD.
·         Sistem interaktif real-time :
§  Dunia virtual reality, permainan.
·         Logika aplikasi membutuhkan bahasa pemrograman (if case, goto ...)
§  Bahasa terkompilasi : C, C++.
§  Virtual machine : Java.
§  World Wide Web, MPEG-4, Director : scripting.

E.     Penggunaan Multimedia
  1. Area Bisnis
ü  Menggunakan voice mail dan video conferencing pada jaringan LAN dan WAN.
ü  Pada presentasi ditambahkan audio dan klip video.
ü  Pada training : melalui simulasi, seorang mekanik belajar perbaiki mesin, mengetahui pembuatan baja.
ü  Pada database : penangkapan gambar oleh kamera video dapat dibuat ID pegawai dan database.
ü  Termasuk juga : pemasaran, periklanan, demo produk, dll.
  1. Area Pendidikan
ü  Multimedia pendidikan mengenai ilmu alam / sosial pada laserdisk.
ü  Multimedia belajar membaca pada anak-anak 3-8 tahun (berhitung, bahasa Inggris).
ü  Multimedia pada kedokteran mengenai anatomi tubuh manusia dan mendiagnosa penyakit mata, dll.
  1. Di Rumah Tangga
ü  Permainan sega / atari dimana mesinnya dapat dihubungkan ke TV.
ü  Kumpulan resep masakan untuk ibu-ibu.
ü  Foto-foto keluarga dan aktifitas yang dilakukan keluarga direkam pada CD.
  1. Di Tempat Umum
ü  Kios / terminal stand-alone yang dapat memberi informasi, contoh : kios di hotel menyediakan daftar restoran, peta kota, jadwal pesawat, dll.
ü  Kios di museum untuk memandu pengunjung dalam suatu pameran, informasi detail mengenai setiap pameran.
  1. Pada Virtual Reality
ü  Presentasi suatu proyek tata kota yang dilaksanakan misalkan, dapat dilakukan dengan pembuatan model sehingga seolah-olah orang menelusuri jalan, bangunan, taman, dll.
ü  Digunakan juga pada aplikasi pariwisata, pelestarian budaya dan sejarah. Misalkan, suatu bangunan yang sudah hancur / tak ada, museum dan yang lain dapat dibuat dengan pemodelan 3D berdasarkan dokumentasi sejarah dari perpustakaan.
  1. Pada Teknologi Internet
ü  Berbagai macam aplikasi multimedia dalam internet yang biasa disebut MoIP (Multimedia over Internet Protocol) seperti chatting, e-learning, videoconference, game, dll.
ü  Bila aplikasi di internet menggunakan database, diperlukan script yang dapat mengakses database di server seperti ASP (Active Serves Pages), CGI / Perl, PHP dan JSP (Java Serves Pages).

F.     Tipe Media yang Di-Support
  1. Audio
Penyajian audio merupakan cara lain untuk memperjelas pengertian suatu informasi. Contohnya, narasi merupakan kelengkapan dari penjelasan yang dilihat melalui video. Suara dapat lebih menjelaskan karakteristik suatu gambar, misalnya musik dan suara efek (sound effect), maupun suara asli (real sound). Authoring software yang digunakan harus mempunyai kemampuan untuk mengontrol recording dan playback.
Perekaman musik yang baik memerlukan sampling size dan sampling rate yang tinggi. Beberapa macam authoring software dapat menkonversi suara seperti format .WAV, .MID (MIDI), .VOC ATAU .INS dan dapat dihubungkan dengan sekuens dari animasi.

  1. Video
Terdiri dari full-motion dan life-video. Full-motion video berhubungan dengan penyimpanan sebagai video clip, sedangkan live-video merupakan hasil pemrosesan yang diperoleh dari kamera.
Beberapa authoring tool dapat menggunakan full-motion video, seperti hasil rekaman menggunakan VCR, yang dapat menyajikan gambar bergerak dengan kualitas tinggi. File animasi memerlukan penyimpanan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan file gambar.

  1. Teks
Teks merupakan dasar dari pengolahan kata dan informasi berbasis multimedia. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan hypertext, auto-hypertext, text style, import text dan export text. 

  1. Grafik
Secara umum, image atau grafik berarti still image seperti foto dan gambar. Manusia sangat berorientasi pada visual (visual-oriented), dan gambar merupakan sarana yang sangat baik untuk menyajikan informasi. Semua objek yang disajikan dalam bentuk grafik adalah bentuk setelah encoding dan tidak mempunyai hubungan langsung dengan waktu.

  1. Animasi
Animasi berarti gerakan image atau video seperti gerakan orang yang sedang melakukan sutau kegiatan, dll. Konsep dari animasi adalah menggambarkan sulitnya menyajikan informasi dengan satu gambar atau sekumpulan gambar. Demikian juga tidak dapat menggunakan teks untuk menerangkan informasi.
Animasi seperti halnya film, dapat berupa frame-based atau cast-based. Frame-based animation (animasi berbasis frame) dibuat dengan merancang setiap frame tersendiri sehingga mendapatkan tampilan akhir. Cast-based animation (animasi berbasis cast) mencakup pembuatan kontrol dari masing-masing objek (kadang disebut cast member atau actor) yang bergerak melintasi background. Hal ini merupakan bentuk umum animasi yang digunakan dalam game dan object-oriented software untuk lingkungan Window.
Dalam authoring software, biasanya animasi mencakup kemampuan ‘recording’ dan ‘playback’. Fasilitas yang dimiliki oleh software animasi mencakup integrated animation tool, animation clip, import animation, recording, playback dan transition effect.
 

Blogger news

Blogroll